Wabula yang dikenal dengan tempat
wisata dan kebudayaan yang masih kental ini juga memiliki tanaman yang cukup
menarik yaitu jeruk yang tidak dimiliki daerah lain yang merupak sumber wisata yang
cukup bagus.
Karakteristik jeruk ini kurang
berair, sehingga masyarakat Wabula menyajikannya sebagai hidangan setelah makan
di atas meja karena kurang memadai jika diperas airnya menjadi minuman segar
(juice).
Meski demikian karena nikmat dan
manisnya jeruk Wabula, jeruk juga ini sebenarnya memiliki potensi pasar yang
besar, sayangnya tidak diimbangi dengan jumlah produksi oleh para petani jeruk
setempat dan tidak di ter ekspose nya jeruk ini.
Tokoh masyarakat Wasuemba salah satu
Desa di Kecamatan Wabula, La Aman Alomes (19 ) juga mahsiswa di UMI (Makasar) mengatakan, Jeruk Wabula ini
selain manis juga memiliki memiliki rasah yang khas dibandingakan jeruk di
daerah lain. Ia juga menambahkan kurang dikenalnya jeruk di wabula menyebabkan
kurang berkembangannya.
La Wanto Alomes (15) yang merupakan salah
satu siswa SMAN 1 Wabula mengatakan Jeruk termasuk tanaman manja yang selalu
membutuhkan sentuhan manusia. Salah satu bentuk sentuhan itu adalah mendekatkan
tanaman dengan asap dapur rumah tangga dan meyiram jeruk jeruk tersebut dengan
air yang secukupnya.
ini lah gambar saat kami membali
jeruk







