Pengikut

Senin, 30 September 2013

Inilah Jeruk Wabula


Wabula yang dikenal dengan tempat wisata dan kebudayaan yang masih kental ini juga memiliki tanaman yang cukup menarik yaitu jeruk yang tidak dimiliki daerah lain yang merupak sumber wisata yang cukup bagus.
Karakteristik jeruk ini kurang berair, sehingga masyarakat Wabula menyajikannya sebagai hidangan setelah makan di atas meja karena kurang memadai jika diperas airnya menjadi minuman segar (juice).
Meski demikian karena nikmat dan manisnya jeruk Wabula, jeruk juga ini sebenarnya memiliki potensi pasar yang besar, sayangnya tidak diimbangi dengan jumlah produksi oleh para petani jeruk setempat dan tidak di ter ekspose nya jeruk ini.
Tokoh masyarakat Wasuemba salah satu Desa di Kecamatan Wabula, La Aman Alomes (19 ) juga mahsiswa di UMI (Makasar) mengatakan, Jeruk Wabula ini selain manis juga memiliki memiliki rasah yang khas dibandingakan jeruk di daerah lain. Ia juga menambahkan kurang dikenalnya jeruk di wabula menyebabkan kurang berkembangannya.
La Wanto Alomes (15) yang merupakan salah satu siswa SMAN 1 Wabula mengatakan Jeruk termasuk tanaman manja yang selalu membutuhkan sentuhan manusia. Salah satu bentuk sentuhan itu adalah mendekatkan tanaman dengan asap dapur rumah tangga dan meyiram jeruk jeruk tersebut dengan air yang secukupnya.
ini lah gambar saat kami membali jeruk






Sabtu, 21 September 2013

Wisata Kali Topa


Kali Topa adalah salah satu kali yang terdapat di Wabula tepatnya di Kabupaten Buton kali ini mempunyai keindahan yang sangat luar biasa pemandangan Alam yang masi alami Air yang sangat jernih ini dihiasi pasir putih yang bernuansa padang pasir. Sudah banyak wisatawan lokal yang datang ke kali yang mempunyai berjuta-juta keindahan yang akan memanjakan mata orang-orang yang melihatnya.
            Wisatawan yang sering datang ke kali Topa adalah rata-rata dari kalangan pelajar atau pemuda dan pemudi yang akan melepaskan waktu liburan sekolah atau liburan akhir pekan mereka untuk berekreasi mencari hal-hal yang baru yang tidak biasa dilakukan di tempat-tempat rekreasi lainnya yang berada di Buton.
Konon kali topa ini hidup buaya yang mempunyai cincin di jarinya. Kali Ampat mampu memberikan pemandangan yang luar biasa bagi siapa saja yang melihatnya dijamin terkagum-kagum,terpanah dan menjadi pengalaman yang takkan terlupakan seumur hidup. Rata-rata wisatawan atau pelajar yang sudah berkunjung di Kali Topa ingin kembali lagi melihat pemandangan kali yang luar biasa indahnya, Kali Topa juga mempunyai pemandangan yang takkalah indahnya dari kali-kali yang lain dia mempunyai ikan-ikan kecil.




Minggu, 07 Juli 2013

WISATA LAKHADAO


Deburan Ombak pelan menepi, angin sepoi-sepoi begitu terasa. Hamparan pasir putih yang masih alami begitu membujur kaku, menawarkan sejuta pesona. Nyiur melambai, , Pantai Lakhadao memanjang siap menebari maut bagi orang-orang yang berada disekitarnya. Pantai Lakhadao itu laksana Surga yang ada disekitarnya.
Wabula adalah sebuah kecamatan yang berkisar 24 km dari ibukota Kabupaten Buton, Pasarwajo. Wilayah pesisir yang memiliki garis pantai yang mempesona. Lautnya penuh dengan ikan. Maklum Wabula terletak di hamparan lautan Aru. Sepanjang garis pantai Wabula dipastikan dihiasi pasir putih. Keindahan inilah yang menarik Pemerintah kabupaten Buton yang dinakhodai Bupati Buton, Samsu Umar Abdul Samiun, SH dan Wakil Bupati Buton, Drs. La Bakry, MSi untuk menetapkan wilayah Wabula sebagai tempat pariwisata di Kabupaten Buton. Kawasan Wisata itu letaknya di Desa Wasuemba tak jauh dari Wabula ibukota Kecamatan Wabula. 
Pantainya yang landai, pasir putihnya yang masih alami kini menjadi incaran dari program pemkab Buton untuk menjadikan wilayah tersebut sebagai kawasan andalan wisata. Dan semua itu jika berhasil masyarakat setempatlah akan menyediakan home stay yang memenuhi standar kelayakan yang diinginkan oleh pengunjung utamanya” .
Pantai Lakhadao dengan pasir putihya terletak di Selatan Desa Wasuemba. Pantai ini dikelilingi oleh  laut dan tebing yang membujur tinggi terdiri dari pasir putih yang indah. Pantai Lakhadao yang digunakan sebagai tempat Wisata bagi Masyarakat Wabula dan sekitarnya ini juga digunakan sebagai tempat peristrahatan nelayan yang ada disekita pantai Lakhadao.

HMR

 
Antara tebing, jurang dan keindahan
         Sebuah rasa hadir menyeruak
         Bersama desir angin
         Sepi yang dalam
         Kerinduan
HMR
Biru itu
Pecah membuih
Basahi bibir pantai
Ada indah di balik sepimu
Tak ada jejak di pasir bersih
Terhapus disapu gelombang
Sisakan sekeping hati
Tersenyum…
 HMR
 
Gelombang,
tenang hampiri senjaMenatap terang, indah bola matamu
Resapi aura hangat yang kau alirkan
Ku tahu, kau kan segera berlalu
Dan, walau akan tersimpan selamanya,
aku pun hanya dapat berlabuh sejenak
Terima kasih untuk senyum indahmu
Melepas genggam, lembut jemarimu
Mencoba tersenyum..
HMR

Sungguh indah pemandangannya
Dapat menghipnotis kita semua
Tak lain dan tak bukan
            Semua ini ciptaaan Yang Maha Kuasa
 
HMR
Butiran – butiran pasir yang banyak
Laksana butiran salju yang menutupi jalanan
Perahu – perahu yang berjajar di tepi pantai
Laksana seorang pasukan yang berbaris rapih
HMR
Hijau dan biru
Hamparan kesejukan
Tarikan nafas dalam
Memandang dengan hati
Sentuhan lembut angin
Aliran damai jiwa
Tersenyum..



HMR
kulihat indahnya...
lautan biru
tepat didepan mataku
melukiskan pesona alam
yang hidup dalam
            panorama keindahan
 
 
HMR
Walau sesaat..
Jejak kehadiranmu, tampak jelas
Tak lama, akan terhapus gelombang
Hanya sisakan rekam jejakmu di hati
Sebuah perjalanan kehidupan
HMR
Ku tahu, kau kan segera berlalu
Dan, walau akan tersimpan selamanya,
aku pun hanya dapat berlabuh sejenak
Terima kasih untuk senyum indahmu
Melepas genggam, lembut jemarimu
Mencoba tersenyum..